Pages

Minggu, 04 Maret 2012

Gale-galean (gobak sodor)




KATA PENGANTAR

Om Swastiastu

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa atas anugerahnya sehingga dalam kesempatan kali ini, kami dapat menyelesaikan tugas olahraga yang berupa makalah yang membahas tentang permainan tradisional yaitu “Gale Galean
kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan membantu dalam penulisan karya ilmiah ini.
Kami meminta maaf yang sebesar besarnya jika ada kesalahan kata baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Kami menyadari adanya keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Kami mengucapkan terima kasih atas kritikan dan saran yang membangun.


Om Santih, Santih,  Santih Om






                                                                           




BAB I
PENDAHULUAN


1.1   Latar belakang
Kemajuan di bidang teknologi memberikan kemudahan bagi seseorang dalam menjalankan rutinitas. Namun disisi lain, kemajuan teknologi juga berdampak buruk bagi perkembangan anak. Hal ini tak lain karena terlupakannya nilai-nilai leluhur.
Contoh nyata adalah terlupakannya permainan tradisional. Tak sedikit generasi muda yang melupakan permainan tradisional semisal gobak sodor atau yg akrab disebut dengan sebutan “gale-galean” di daerah Gianyar khususnya di desa Keramas. Berangkat dari alasan ini, sejumlah LSM yang konsis terhadap masalah anak menggelar satu acara untuk lebih mendekatkan permainan tradisional dengan anak-anak.
Mengharapkan mereka mau kembali mengenal permainan tradisional tersebut memang sulit, karena disamping teknologi yang tinggi dan tidak sederhana, permainan ini terkesan kuno. Namun sebenarnya banyak nilai-nilai yang dapat dipelajari dari setiap permainan tradisional itu. Kemampuan motorik, pengembangan otak kanan, juga mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak, baik dalam bekerjasama maupun dalam memecahkan persoalan, melalui permainan tersebut. Khususnya di kota-kota besar, kini anak-anak banyak terkungkung dalam permainan yang berbeda.



1.2     Rumusan Masalah
     Dari latar belakang diatas kami mengajukan beberapa rumusan masalah, antara lain.
1.2.1     Apa saja faktor – faktor  yang menyebabkan hilangnya permainan anak tradisional?
1.2.2      Apa saja jenis – jenis permainan tradisional?
1.2.3     Bagaimanakah cara memainkan permainan Gobak Sodor (Gale – Galean) ?


2.1        Tujuan Pembuatan Makalah
            Tujuan kami membuat makalah ini adalah untuk sebagai berikut.
1.3.1 Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Bapak Erawan.
1.3.2 Memperkenalkan kepada teman – teman sesama pelajar tentang permainan tradisional Bali, khususnya Gobak Sodor (Gale – Galean).
1.3.3 Ikut melestarikan permainan tradisional Bali.

2.1        Manfaat Pembuatan Makalah
                Manfaat yang kami harapkan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.4.1 Agar teman – teman sesama pelajar mengetahui tentang permainan tradisional Bali, khususnya Gobak Sodor (Gale – Galean).
1.4.2 Agar permainan tradional Bali tetap lestari.
1.4.3 Agar kami dapat menyelesaikan tugas dari Bapak Erawan.

















BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Faktor – Faktor yang Menyebabkan Hilangnya Permainan Tradisional
Di era globalisasi ini, banyak bermunculan permainan alat – alat elektronik yang menggunakan teknologi yang sangat canggih, sehingga membuat para generasi muda tertarik untuk memainkannya dan lupa akan permainan tradisional yang ada di daerah tempat tinggal mereka.
Ada beberapa faktor penyebab hilangnya permainan anak tradisional. Beberapa factor tersebut adalah sebagai berikut.
a)      Sarana dan tempat bermain tidak ada,
b)      Adanya penyempitan waktu, terlebih lagi semakin kompleknya tuntutan zaman terhadap anak yang semakin membebani,
c)      Permainan tradisional terdesak oleh permainan modern dari luar negeri dimana tidak memakan tempat, tak terkendala waktu baik itu siang hari, pagi, sore ataupun malam bisa dilakukan, serta tidak perlu menunggu orang lain untuk bermain,
d)     Terputusnya pewarisan budaya yang dilakukan oleh generasi sebelumnya dimana mereka tidak sempat mencatat, mendata, dan mensosialisasikan sebagai produk budaya masyarakatnya kepada generasi di bawahnya. Budaya instan yang sudah merasuk pada setiap anggota masyarakat sekarang juga memberikan sumbangan hilangnya permainan tradisional. Kita selalu terlena oleh budaya cepat saji, yang penting sudah tersedia dan siap “dimakan “ tanpa harus melalui proses.

2.2. Jenis – Jenis Permainan Tradisional
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki keaneka ragaman budaya dan tradisi. Begitu pula dengan keaneka ragaman permainan – permainan tradisional yang telah ada sejak jaman nenek moyang.
Di setiap daerah memiliki permainan tradisional yang berbeda – beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya yang disebabkan oleh perbedaan kultur dan kondisi wilayah serta lingkungan di masing – masing daerah. Walaupun terdapat jenis permainan yang sama antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, pastinya nama permainan itu berbeda.
Gale-galean / Gobak Sodor

            Terdapat berbagai macam permainan tradisional yang berkembang di daerah Bali. Salah satu permainan tradisional yang cukup popular dikalangan anak-anak adalah permainan Gobak Sodor atau yang akrab disebut permainan Gale – galean.
Gale – galean adalah sejenis permainan daerah dari Bali di Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan  kapur.
Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus  sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.


2.3.   Cara memainkan permainan Gale – Galean (Gobak sodor)

Terdapat berbagai macam permainan tradisional yang berkembang di daerah Bali. Salah satu permainan tradisional yang cukup popular dikalangan anak-anak adalah permainan Gobak Sodor atau yang akrab disebut permainan Gale – galean.
Gale – galean adalah sejenis permainan daerah dari Bali di Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan  kapur.
Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus  sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
Berikut ini peraturan – peraturan yang berlaku dalam permainan Gale – Galean (Gobak Sodor) adalah sebagai berikut.
a.       Pemain terbagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 3 – 5 orang.
b.      Jika 1 kelompok terdiri dsari 4 orang maka lapangan dibagi menjadi 4 kotak persegi panjang, yang berukuran 5m x 3m.
c.       Tim penjaga bertugas menjaga agar tim lawan tidak bisa menuju garis finish
d.      Tim lawan berusaha menuju garis finish dengan sayarat tidak tersentuh tim penjaga.
e.       Tim lawan dikatakan menang apabila berhasil balik menuju garis start dengan selamat (tidak tersentuh tim lawan).
f.       Salah satu tim bisa dikatakan menang apabila bisa kembali ke garis start dengan selamat untuk tim lawan dan untuk tim penjaga di katakan menang apa bila bisa menyentuh salah satu anggota tim lawan.


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger